Mencoba Ikon Baru Wisata Kuliner di Pajangan Bantul: Waroeng Ingkung Joglo

Mencoba Ikon Baru Wisata Kuliner di Pajangan Bantul: Waroeng Ingkung Joglo
12 Agu
1:56

Minggu pagi adalah waktu yang selalu Galih (21) luangkan untuk bersepeda santai mengelilingi kota Bantul disamping ia juga ingin mencoba ikon baru wisata kuliner di Pajangan, Bantul: Waroeng Ingkung Joglo. Maka, bersama komunitas sepeda, ia pun menuju Waroeng Ingkung Joglo yang berada di Jalan Pajangan, Guwosari, Kalakijo, Bantul.

Galih (21), pecinta kegiatan bersepeda akhirnya menuntaskan rasa penasarannya untuk mencoba menu masakan di Waroeng Ingkung Joglo.

Galih (21), pecinta kegiatan bersepeda akhirnya menuntaskan rasa penasarannya untuk mencoba menu masakan di Waroeng Ingkung Joglo.

Rasa penasaran Galih yang merupakan karyawan muda di perusahaan bidang IT terhadap Waroeng Ingkung Joglo memang sudah lama ia pendam karena ia kerap bersepeda di Jalan Pajangan dan sering melihat bangunan unik berbentuk joglo di pinggir jalan yang dikelilingi sawah itu.

“Penasaran saya mas. Tempatnya unik, mungkin makanannya juga unik,” begitu komentar Galih mengenai tempat makan dengan desain rumah tradisional khas Jogja, yakni Joglo itu. Rekan sekantornya yang juga ikut dalam rencana Galih untuk mencoba ikon baru wisata kuliner di Pajangan Bantul: Waroeng Ingkung Joglo, yakni Dimas pun juga mengaku penasaran ingin mencoba seperti apa sensasi menyantap sajian kuliner tradisional khas Jogja di dalam rumah tradisional khas Jogja pula.

Galih yang sudah dua tahun belakangan ini menggandrungi kegiatan bersepeda pun mengajak beberapa rekannya termasuk Dimas untuk mampir ke Waroeng Ingkung Joglo seusai lelah dan asyik mengayuh sepeda bersama. Jadi, disamping mendapatkan manfaat kesehatan dari bersepeda, mereka juga ingin bersantai dan menikmati liburan dengan mencoba ikon baru wisata kuliner di Pajangan Bantul: Waroeng Ingkung Joglo.

Bangunan Khas Joglonya Membawa Pengunjung Terbang Ke Masalalu

Waroeng Ingkung Joglo dengan bentuk bangunan Joglo-nya yang khas.

Dengan budget hanya Rp 90.000,- saja Galih dan teman-teman komunitas sepedanya sudah bisa menikmati seporsi ingkung ayam lengkap dengan sambal, lalapan, kuah gurih, dan juga teh manis panas yang kental. Satu porsi ingkung ayam pun dapat dinikmati bersama empat hingga lima orang.

“Sudah nggak sabar nih mas. Laper habis main sepeda, sekarang mau nyobain ingkung ayam sepuasnya,” begitu kata Galih sembari memarkir sepeda Pacific Spazio 5.0 miliknya. Ia Nampak lelah bermandi keringat namun bersemangat karena misinya tercapai, yakni mencoba ikon baru wisata kuliner di Pajangan Bantul: Waroeng Ingkung Joglo.

« »

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + eleven =